8 – Sorotan
Guru-guru Muda Yang Akhirnya Jadi Jenderal
48 – Sorotan
Willem Iskander Tokoh Pendidikan yang Perlahan Terlupakan
68 - Sorotan
Mendapat Beragam Pelajaran Dengan Cara Mengajar
Para Guru Para Pembaharu
Sekitar sembilan tahun silam, saya bersama Werner Kraus mencari lukisan- lukisan karya Raden Saleh di gudang penyimpanan koleksi Museum Sejarah Jakarta. Kami menjumpai beberapa lukisan adikaryanya dengan beragam kondisi, bahkan ada yang robek. Saat itu saya berpikir, mengapa karya-karyanya yang begitu diakui dunia, justru terabaikan di negerinya sendiri.
Kraus pernah meneliti tentang riwayat Raden Saleh. Perkara paling menarik buat saya adalah siapa saja muridnya? Dalam jurnal Archiplel volume 69 yang terbit pada 2005, Kraus mencoba menyingkap seseorang yang duduga murid Raden Saleh. “Nama pelukisnya adalah Ho Kwa,” tulisnya. “Dia berasal dari Hong Kong dan pernah menghabiskan beberapa waktu di Hindia Britani (British Malaya?).
Sebelum datang ke Surabaya, dia bekerja di studio Raden Saleh di Batavia.” Dari sebuah lukisan karya Ho Kwa, Kraus berpendapat bahwa lukisan ini membangun hubungan antara pelukis Raden Saleh dan pelukis Hou Qua. Selain itu Kraus juga mencoba mengungkap sisi lain pelopor sastra Tionghoa-Indonesia, Lie Kim Hok. “Dia sempat ragu-ragu ke mana harus beralih seni: seni lukis atau sastra,” ungkap Kraus. “Bakat seni rupa dibuktikan oleh gurunya, pelopor seni lukis baru Indonesia, Raden Saleh.”
Menurutnya, Saleh meminta ayah Kim Hok untuk mengirim putranya ke Eropa demi mendapatkan pendidikan seni yang lebih mumpuni. Ayah Kim Hok, yang bernama Lie Hian Tjoan, juga seorang pelukis. Akan tetapi, sang ibu tidak siap menerima perpisahan dari putranya untuk jangka waktu yang lama. Akhirnya, dunia sastralah yang ditekuni Kim Hok.
Kendati murid-muridnya masih misterius, kita meyakini Raden Saleh sebagai guru. Guru dalam bahasa Sansekerta merujuk pada mentor, ahli, pemimpin dalam latar pengetahuan tertentu. Maknanya lebih dalam dari sekadar pengajar. Pada edisi ini kami menampilkan kisah sederet sosok guru dan pembaharu di Indonesia, yang mungkin terlupakan oleh gelumat kehidupan sekarang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar