Judul Buku:
Teologi Feminisme Islam
Penulis:
Syarif Hidayatullah, MA
Penerbit:
Pustaka Pelajar
Tahun: 2010
Jumlah
Halaman : 95
Pemahaman
yang keliru akan nash al-Qur’an dan Hadis terutama yang berkaitan dengan
persoalan perempuan disinyalir sebagai awal dari adanya sikap pendeskreditan
perempuan diranah publik. Perempuan dianggap sebagai makhluk kedua yang
kedudukannya di bawah laki-laki. Namun jika hendak bersikap bijak dengan
merujuk lagi ke nash al-Qur’an dan Hadis maka akan didapati bahwa Islam sebagai
agama yang universal sangat menghormati perempuan. Tidak ada perbedaan antara
laki-laki dan perempuan atau dalam hal ini Islam sangat menyokong kesetaraan
gender antara laki-laki dan perempuan. Jika al-Qur’an dan Hadis saja menyatakan
bahwa antara laki-laki dan perempuan tidak ada perbedaan yang signifikan, maka
pertanyaannya adalah berasal dari manakah pandangan yang mengatakan ada
pembedaan di antara keduanya? menurut para aktivis feminisme mengatakan bahwa
pandangan yang demikian berasal dari pemahaman ulama terdahulu yang berkaitan
dengan pemahaman tentang kedudukan dan peran perempuan yang ada di dalam
al-Qur’an dan Hadis yang mereka tulis di dalam kitab-kitab tafsir dan lain
sebagainya. Oleh karena itu penyebab utama dalam permasalahan penomorduaan
perempuan di bawah laki-laki berasal dari pemahaman teologis yang bias gender
di kalangan ulama terdahulu yang berkaitan doktrin dan ajaran agama Islam.
Di dalam buku
ini mencoba mengungkap akar masalah terkait dengan persoalan yang disebutkan di
atas dan berkesimpulan bahwa ada sejumlah persoalan teologis yang terkait erat
dengan isu feminisme, yaitu konsep penciptaan manusia dalam al-Qur’an, hijab-isasi atau pembatasan perempuan
dalam ruang publik dan domestik, dan soal metodologi penafsiran yang melahirkan
diskriminasi terhadap perempuan. Persoalan-persoalan tersebut muncul—menurut
penulis buku ini—dikarenakan konsepsi teologis umat Islam yang masih hanya
berbicara tentang konsep Tuhan dan mengabaikan masalah sosial yang ada di
hadapannya. Selain itu, ada anggapan bahwa teologi Islam adalah sudah final dan
tidak boleh diperbaharui. Padahal ada satu realitas sosial yang perlu disikapi,
yaitu diskriminasi gender.
Penulis buku
ini menyebut dalam bab pertamanya yang berjudul ‘Menggugat Bias Gender’ bahwa
persoalan mengakarnya fenomena ketimpangan gender dalam masyarakat muslim
diakibatkan adanya faktor eksternal dan faktor internal yang mengitarinya.
Secara eksternal penyebabnya adalah realitas sosial politik maupun ekonomi
global yang masih berpihak pada pelestarian budaya patriarki. Sedangkan secara
internal pemahaman umat Islam sendiri yang masih bias gender. Dalam tulisan ini
penulis mereinterpretasi pemahaman-pemahaman yang masih bias gender dengan
pemahaman yang terbebas dari bias gender.
Selanjutnya
dalam buku ini dijelaskan mengenai Persoalan-Persoalan Teologis dalam Feminisme
Islam, di dalamnya terdapat tiga masalah urgen yang menjadi awal terjadinya
ketimpangan gender yaitu persoalan penciptaaan manusia, persoalan hijab dan
metodologi penafsiran teologi feminisme Islam. Dalam persoalan penciptaan
manusia penulis buku ini menggugat pemahaman yang mengatakan bahwa
perempuan diciptakan dari laki-laki. Tulisan ini sampai pada kesimpulan bahwa
sebenarnya ketika Allah menciptakan manusia tidak menyebutkan secara jelas
pembedaan antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan problem hijab-isasi perempuan dalam ruang
publik di tengah masyarakat Muslim terjadi akibat ketidakjelasan dikotomi
wacana publik dan privat dalam Islam. Perempuan Islam tetap menjalankan tugas
reproduksinya tanpa meninggalkan kehidupan publiknya. Penuilis buku ini
mencontohkan istri-istri Nabi Saw yang ikut andil dalam ruanng publik dan tak
melupakan peranan domestiknya. Dan persoalan ketiga adalah metodologi
penafsiran suatu teks yang digunakan masih bias gender. Penulis buku ini
menegaskan bahwa metodologi penefsiran terhadap teologi bisa berakibat fatal
yaitu melanggengkan dinasti patriarkal.
Download
ebook Teologi Feminisme Islam pdf via Google Drive:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar