Judul Buku: Injil
Didache: Injil Perspektif Baru yang
Terungkap di Yerusalem Memuat 20 Butir Kabar Gembira Tentang Nabi Muhammad
Penulis: DR. Ahmad Hijazi
As-Saqa
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
Tahun: 2005
Jumlah Halaman: 382
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi
wa Sallam diutus
oleh Allah Subhanahu wa Taala sebagai
penyempurna akhlak (etika), rahmat bagi alam semesta serta penutup para
Nabi dan Rasul. Hal ini tentu mempunyai
indikasi yang kuat; baik tentang kabar gembira mengenai kedatangannya yang
telah disampaikan oleh Nabi-nabi terdahulu, maupun bukti-bukti kebenarannya.
Bumi berputar, waktu bergulir dan zaman telah berubah, namun bukti-bukti yang
sangat menakjubkan tentang kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi
wa Sallam tidak
pernah surut, bahkan semakin kuat.
Ajaran
yang disampaikan oleh Nabi Musa dan Nabi Isa Alaihissalam selalu menekankan tentang
akan datangnya Nabi yang diimpiimpikan untuk membebaskan dunia dan
bangsa-bangsa dari penindasan dan kezhaliman. Di dalam lima Kitab Taurat
yang menyebutkan tentang nubuat-nubuat, semuanya
menunjuk kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Jadi, Nabi yang dinanti-nanti itu bukan Nabi
Isa Alaihissalam, melainkan beliau adalah
Nabi yang agung yang diutus oleh Tuhan pada waktunya untuk menyampaikan kabar
gembira tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dia dan Yahya-yang terkenal di kalangan Kristen
dengan nama Yohanes Pembaptis – Alaihissallam, bukan Al-Masih Pemimpin. Keduanya
adalah AI-Masih
biasa.
Berangkat dari sinilah DR. Ahmad
Hijazi As-Saqa terpanggil untuk mengangkat dan membahas tentang Injil Didache. Ia menjelaskan keshahihan
Injil Didache seperti sebelumnya, menjelaskan keshahihan Injil Barnabas.
Pertanyaannya kemudian, kenapa harus INJIL DIDACHE? Apa urgensinya membahas
Injil ini dan di mana letak relevansinya dengan bukti kebenaran Rasulullah
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam?
Injil yang diterjemahkan ke
dalam bahasa Arab dan dimuat dalam
majalah “Al-Muqtathaf” ini, memuat tentang “Dua Puluh Butir Kabar Gembira” tentang Nabi
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Baik penulis INJIL DIDACHE maupun pengkaji
Injil tersebut mempunyai keyakinan seperti itu bukannya tanpa bukti, karena
mereka mempunyai beberapa data yang valid tentang kabar gembira itu. Mulai dari
pembahasan kabar gembira pertama tentang kerajaan surga sampai kabar gembira
kedua puluh tentang permohonan kepada Tuhan untuk memperlihatkan kemuliaan-Nya,
semuanya menguatkan eksistensi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Selain itu
penulis juga memaparkan bukti-bukti kongkrit tentang validitas kabar gembira
itu, di antaranya:
Pertama, semua kitab samawi (baik
Taurat maupun Injil) menyebutkan bahwa Al-Masih Pemimpin adalah sosok yang
mampu meruntuhkan Kekaisaran Romawi. Sedangkan tidak ada di antara Nabi Musa
dan Isa Alaihissalam yang mengalahkan
Kekaisaran Romawi, melainkan keruntuhannya pada zaman Nabi Muhammad.
Kedua, Injil Didache tidak menyatakan bahwa Nabi Isa Alaihissalam adalah Nabi yang akan
diutus di akhir zaman. la justru menyebutkan bahwa penganut Kristen yang tidak
mengimani Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam akan dikutuk, sedangkan
penganut Kristen yang mengimaninya akan menjadi orang kudus (suci).
Ketiga, Sebutan orang Kristen (AI-Masihi) baru diberikan kepada murid-murid Yesus (An-Nashara) setelah
AI-Kitab diubah pada Konsili
Niqiyyah tahun 325 M. Sebab, berdasarkan bahasa mereka, Al-Masih adalah
julukan bagi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, serta di dalam Injil
Matius: 23 dan seterusnya, Isa Alaihissalam juga mengabarkannya
dengan julukan AI-Masih. Pada waktu itu, para pengikut Yesus disebut
orang-orang Nasrani (Nashraniyyun), bukan orang-orang Kristen (Masihiyyun).
Setelah AI-Kitab diubah, barulah mereka dikenal dengan sebutan orang-orang
Kristen. Dengan demikian, tidak disebutkannya kata `orang Kristen’ di
dalam DIDACHE menunjukkan bahwa
ia ditulis sebelum terjadi pengubahan terhadap AI-Kitab.
Keempat, orang-orang Yahudi memberikan
sebutan `Mesias’ atau `AIMasih Pemimpin’ kepada Nabi yang ditunggu-tunggu yang
akan datang seperti Musa. Mereka mengatakan bahwa julukan “Anak Tuhan” dan
julukan `Tuhan’ di dalam Mazmur adalah julukan-julukan Nabi itu. Julukan “Anak
Manusia” di dalam Kitab Daniel pun merupakan julukannya. Ingatah akan hal ini,
dan ingatlah bahwa murid-murid Yesus sepakat akan hal ini. Kemudian, ingatlah
bahwa Isa Alaihissalam di dalam Injil-injil
Kanonik menolak julukan AI-Masih Pemimpin bagi dirinya, bahkan ia menafikan
kedatangan AI-Masih Pemimpin dari kalangan orang-orang Yahudi. Dia menjelaskan
bahwa Al-Masih Pemimpin itu akan datang dari Bani Ismail.
Masih banyak bukti-bukti dan
fenomena yang menunjukkan bahwa Nabi terakhir yang ditunggu-tunggu dan pemimpin
para rasul adalah Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, sebagaimana yang dieksplorasi dalam buku ini.
Download
ebook Injil Didache pdf via Google Drive:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar