Judul
Buku: Epistemologi Oksidentalisme:
Membongkar Mitos Superioritas Barat, Membangun Kesetaraan Peradaban
Penulis: Ridho Al-Hamdi
Penerbit: Samudra Biru
Tahun: 2019
Jumlah Halaman: 128
Oksidentalisme berasal dari kata “occindent” yang berarti Barat dan “isme”
yang berarti paham. Artinya, oksidentalisme adalah hal-hal yag berhubungan
dengan Barat, baik itu budaya, ilmu, dan aspek sosial lainnya. Dalam bahasa
Arab, Hassan Hanafi menggunakan kata “istighrab” dari akar kata “al-Gharab”
atau the West. Kata “gharaba” sebagai fi’il madzi berarti
tenggelam/terbenam.
Kata ini bisa disepadankan juga dengan kata “dzahaba” yang berarti
pergi/meninggalkan. Dalam kamus al-Mawardi, terdapat istilah-istilah seperti
occidental yang berarti Barat (al-Gharbi), occidentalism yang berarti bangsa
Barat, dan occidentalist adalah orang yang mengkaji kebudayaan Barat.
Dalam The World University Encyclopedia, kata “occident” berarti Barat,
atau belahan bumi bagian Barat, yang aslinya hanya terdiri dari Eropa, sebagai
padanan Asia atau orient, atau East. Kemudian cakupan pengertian ini melebar
menjadi Eropa bersama-sama dengan Amerika, Canada, dan Australia.
Istilah occident berasal dari bahasa Latin, occidere, sebuah kata kerja
yang berarti “turun” (to go down) dan menunjukkan pada tenggelamnya matahari di
Barat. Dalam kamus bahasa Latin, occidere berarti juga membinasakan atau lenyap.
Di samping itu juga ada kata occidens dan occidentis yang berarti matahari
tenggelam, atau senja atau Barat. Ini harus dibedakan dengan istilah yang juga
sering dijumpai yaitu discours occidental, yang berarti pembahasan, atau pidato
penilaian, atau pengertian orang Barat terhadap Islam atau suatu pembicaraan
yang berusaha memahami agama Islam secara rasional.
Telah banyak referensi yang memberikan pengertian tentang oksidentalisme.
Secara sederhana oksidentalisme adalah satu disiplin ilmu yang dilakukan oleh
orang-orang Timur untuk mengkaji peradaban Barat yang ditinjau dari berbagai
aspek dengan kacamata Timur. Posisi Timur menjadi subyek dan Barat sebagai
obyek kajian. Timur diidentikkan dengan “Ego” dan Barat hampir selalu
diidentikkan dengan “the Other”. Barat yang dimaksud di sini adalah kesadaran
Eropa yang mencakup proses pembentukan, struktur, dan nasib. Spirit
oksidentalisme adalah pembebasan diri dari kungkungan hegemoni serta
menghancurkan mitos Barat sebagai kebudayaan kosmopolit.
Pengalaman pernah tinggal selama kurang lebih tiga tahun menimba ilmu sosial-politik beserta hiruk-pikuknya kehidupan di jantung kaum orientalis yaitu Eropa, tepatnya di Jerman, telah mendorong penulis secara pribadi untuk mengkaji tentang dunia Barat, tepatnya peradaban Eropa. Atas dorongan itulah, karya yang sebelumnya memang pernah ditulis tetapi belum sempat dipublikasikan ke khalayak umum, saat ini diniatkan untuk muncul sebagai sebuah karya ilmiah.
Download ebook Epistemologi
Oksidentalisme pdf via Google Drive:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar