Judul Buku: Dialog Antar Iman: Membangun Jembatan Kepercayaan
Penulis: Mohamad Jawad Chirri
Penerbit: Al Huda
Tahun: 2007
Jumlah Halaman: 221
Perbedaan di antara dua agama atau mazhab atau lebih bisa
memunculkan dua fenomena: pola dialog dan konflik. Kedua fenomena ini
sepertinya mengalami fluktuasi. Kadang di satu tempat perbedaan tersebut
diatasi dengan pendekatan dialog (seperti buku ini), terkadang pula disikapi
secara frontal sehingga melahirkan konflik horizontal sebagaimana yang terjadi
di berbagai tempat di negeri kita ini. Akal mengatakan bahwa sungguh tidak
bijak jika semua yang berbeda dihampiri dengan buruk sangka, apalagi di negeri
yang majemuk seperti Indonesia. Karena itu, dibutuhkan sebuah pendekatan dialog
yang lebih konstruktif dan saling percaya.
Sudah banyak buku yang memaparkan pola dialog
antara kepercayaankepercayaan yang berbeda di Indonesia yang diterbitkan para
aktivis pluralisme. Seringkali dialog itu malah berujung pada semua agama itu
sama. Namun, bagaimana pola dialog yang benar-benar jujur? Di sinilah
pentingnya buku ini untuk ditelaah oleh pembaca. Pembaca akan melihat bahwa
kejujuran dan ketulusan untuk mencari kebenaran merupakan syarat utama dalam
sebuah dialog.
Buku ini semula berformat korespondensi antara
Wilson H. Guertin, Ph.D dan Mohammad Jawad Chirri yang kemudian dinarasikan
oleh penyunting edisi Indonesia. Tema-tema yang dijawab oleh penulis buku
memang merupakan tema-tema yang sering disalahpahamkan di Dunia Barat. Terdiri
dari 20 Wacana, buku ini mengalir dari mulai tema pentingnya kebebasan
berdiskusi dalam Islam, masalah ontologi, ketuhanan berikut keadilannya,
masalah kenabian umum dan Nabi Muhammad, hari akhir, dan ditutup dengan
perintah dan larangan dalam Islam. Artinya, si penanya, Guertin, demikian getol
menanyakan persoalan keagamaan dan keislaman secara komprehensif
Sungguh menarik ketika menyimak Chirri, lama
asal Lebanon dan Direktur Islamic Center di Detroit (Kanada) ini mendedah soal
ketuhanan yang tunggal. Katanya, Isa adalah seorang ahli ibadah. Tentu saja,
dia beribadah kepada Tuhan, bukan kepada dirinya. Hal ini membuktikan bahwa dia
bukanlah Tuhan, namun seorang hamba Tuhan (hal.75.) Chirri menggunakan
argumentasi dengan berbagai aspek, mulai dari filosofis hingga empiris. Buku
ini penting dibaca oleh umat Islam, agar tak terseret pluralisme yang salah
kaprah
Download ebook Dialog Antar Iman pdf via Google Drive:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar